Sepotong Kisah DibalikSebuah Tweet
Twitter, salah satu jejaring sosial yang sedang populer di berbagai kalangan. Mulai dari kalangan remaja hingga lanjut usia, hampir setiap orang di dunia ini pasti memiliki setidaknya1 buah akun aktif, begitu pula dengan Deny, seorang salah seorang siswa SMP asal Bogor.
Deny merupakan contoh dari sebagian besar ABG gaul zaman sekarang. Sebagaimana lazimnya anak gaul twitter, maka Iapun selalu memposting tweetnya kapanpun & dimanapun. Quotes - quotesnya pun sangat beragam jenisnya, mulai dari hal yang sangat sepele seperti “just wake up” atau, “OTW” hingga rangkaian kata-kata yang sangat berat seperti “Hidup tanpa cinta, bagaikan taman tak berbunga”.
Konon, sebagian dari postingannya itu Ia tulis berdasarkan hal-hal yang Ia alami, misalnya saja seperti salah satu tweetnya baru-baru ini yang berbunyi seperti ini, “Maksud hati ingin terlihat dewasa, apa daya malah jadi terlihat tua-_-”. Ya, tweet itu Ia buat setelah sekian lama Ia merasa gerah dengan teman - temannya yang sering mencemoohnya dengan kata - kata, “Tampangmu boros” atau “Muka dan umurmu jauh sekali”, dsb.
Suatu ketika, Deny menyukai teman satu sekolahnya yang bernama Ochi. Mereka berbeda kelas, dan sama seperti Deny, Ochi adalah seorang user twitter juga.
Sebagaimana kebiasaan anak twitter yang sedang jatuh cinta, Deny mendadak menjadi sangat rajin mengintip - intip profile Ochi, hampir tiap saat Ia selalu membaca postingan - postingan Ochi, baik itu postingan terbaru maupun deretan postingan lama.
Memasuki waktu - waktu malam hari, dimana biasanya twitter ramai dengan kicauan - kicauan bernada curhatan galau, Deni ikut mencurahkan segala perasaannya dalam bentuk ungkapan, kata - kata indah, hingga sesuatu yang dirasa seperti hayalan belaka, namun Ia berharap dengan begitu, Ochi bisa mengetahui apa yang Ia rasakan, atau setidaknya Ia bisa sekadar menyadari bahwa Deny sedang menyukai seseorang.
Dalam usahanya untuk mendapatkan hati Ochi, Deny tidak sendiri, Ia dibantu oleh Rudi. Rudi dan Deny telah menjadi sahabat karib semenjak mereka di kelas 7 SMP ditambah, Rudi adalah teman sekelas Ochi, karena itu sangatlah mudah bagi Deny untuk mencari segala informasi tentang Ochi, tentang makanan favoritnya, siapa artis idolanya, apa warna kesukaannya, dan ekhm... tipe pria idamannya.
Belakangan Rudi memberitahu Deny bahwa Ochi sangat menyukai pria yang bisa bermain piano, dan sangat kebetulan sekali, Deny adalah salah seorang pianis yang cukup handal dan menjadi kebanggaan di sekolahnya, Ia sudah beberapa kali mengikuti lomba piano klasik bahkan pernah 3 kali menang di tingkat Internasional. Karenanya, tidak mengherankan bila teman - teman sekolahnya banyak yang mengaguminya diam - diam.
Suatu hari, Rudi mengundang beberapa temannya termasuk Deny dan Ochi untuk bermain di rumahnya. Rupa-rupanya, Rudi telah menyusun sebuah rencana agar hari itu Deny bisa segera menyampaikan perasaannya kepada Ochi, hari itu Ia menyuruh Deny memainkan sebuah lagu dengan sebuah organ dirumahnya.
Permainan Deny terasa sangat hidup dan dalam, terlebih karena sebenarnya Ia bermain untuk Ochi. Semuanya memperhatikan Deny dengan saksama, mereka terhanyut dalam aliran nada yang dibawakan oleh Deny, dari semua pandangan mata itu, sesekali Deny membalas pandangan dari Ochi, semakin lama semakin sering, dan disaat lagu tersebut berakhir, tinggalah Deny dan Ochi yang saling menatap satu sama lain, Deny mulai beranjak dari tempatnya, mendekati Ochi, dan lalu, terucaplah kata - kata itu.
“Aku suka sama kamu, kamu mau jadi pacarku??” Seketika suasana mendadak hening. Baik Deni, Ochi, Rudi, maupun yang lainnya, semua diam tanpa kata hingga akhirnya Ochi berkata, “Aku juga menyukaimu, aku kagum dengan keahlian kamu, tiap kali mendengar permainan pianomu, aku merasa seperti dirimu yang memenuhi fikiranku namun maaf, kayaknya aku nggak bisa deh....” Deni tertegun, lalu perlahan - lahan bibirnya mengucap dengan pelan “Kenapa?”
“Karena kamu orangnya terlalu terbuka! apapun yang kamu rasakan selalu kamu tulis di twitter, kamu gampang banget ditebak, enggak menarik, kamu suka mengeluhkan perasaanmu di twitter, dan menurutku, tingkahmu itu enggak gentle banget!” sahut Ochi.
Deni sangat shock setelah Ia mendengar alasan mengapa Ochi menolaknya, semua harapannya hancur, dengan rasa sedih bercampur malu, Ia meminta maaf kepada Ochi karena telah mempermalukannya saat itu dan kemudian ia pamit kepada Rudi dan pulang. Malamnya saat dirumah, Ia membuat sebuah postingan yang difavoritkan oleh Ochi, sebuah pepatah yang cukup terkenal, “Silence is Golden”.
No comments:
Post a Comment